MbS diperkirakan bakal berada di Pakistan hingga Senin. Setelah itu, dia bakal melakukan lawatan ke India dan bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.
Diperkirakan, MbS bakal mengakhiri perjalanannya dengan berkunjung ke China pada Kamis-Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat (15/2) lalu, Turki mengatakan bahwa pihaknya belum mengeluarkan semua informasi yang telah ditemukan. Hal itu jelas meluncurkan gelombang negatif dan merusak citra kerajaan.
Para analis melihat bahwa tur Asia yang dilakoni MbS ini sebagai caranya menunjukkan pada Barat bahwa dirinya masih memiliki teman di Asia.
"Dia ingin menunjukkan bahwa dia [MbS] bukan 'paria internasional'," ujar peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura, James M Dorsey, melansir AFP.
Direktur Studi Timur Tengah di China Institute of International Studies, Li Guofu, mencatat bahwa kasus Khashoggi terus menimbulkan kemarahan di negara-negara Barat. Hal itu tentu membuat Saudi merasa tak nyaman jika harus mengunjungi negara-negara Barat.
"Tidak bepergian ke Barat tidak berarti bahwa dia tidak dapat datang ke Timur," kata Guofu.
Strategi ini, dinilai Gofu, tepat dengan menjadikan Asia sebagai arah utama baru diplomasi Saudi. Negara-negara Asia, kata dia, memiliki karakteristik khas yang penting untuk dicatat. Karakter itu menunjukkan bahwa kebanyakan negara Asia tak suka ikut campur pada urusan internal negara lain. (asr/asr)