WNI di Luar Negeri Ingin Debat Capres Kedua Lebih Konkret

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 14:01 WIB
WNI di Luar Negeri Ingin Debat Capres Kedua Lebih Konkret Calon Presiden 01, Joko Widodo, dan Capres 02, Prabowo Subiano dalam debat capres perdana Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya dari dalam negeri, warga Indonesia yang berada di luar negeri berharap bisa menyaksikan debat calon presiden dalam Pilpres 2019 putaran kedua nanti malam lebih berkualitas. Mereka menginginkan kedua kandidat capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, memberikan jalan keluar yang lebih realistis dan konkret atas sejumlah permasalahan, dan tidak seperti ajang perdana pada Januari lalu.

Salah satunya adalah Neuva Suastha Watson. Warga Indonesia yang telah bermukim dan bekerja selama 15 tahun di Brisbane, Australia, itu mengatakan dia tak sabar menyaksikan kembali adu visi dan misi antara capres nomor urut 01, Joko Widodo, dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, pada Minggu (17/2) malam.

"Saya harap debat kedua nanti bisa lebih greget lagi ya, masing-masing capres bisa sajikan hal yang lebih baru apalagi tema debat malam ini cukup teknis yaitu soal isu energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam," kata Neuva kepada CNNIndonesia.com.



Menurut Neuva, debat perdana capres pada pertengahan Januari lalu membosankan. Dia menganggap sebagian besar pemaparan kedua pasangan capres sangat normatif.

Padahal, kata Neuva, isu debat perdana kemarin cukup penting bagi Indonesia yakni terkait masalah hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme.

"Ekspektasi saya dalam debat perdana kemarin sebenarnya cukup besar karena isu-isu yang dibahas itu menurut saya fundamental, tapi sayang kedua paslon kemarin tak banyak memaparkan hal baru dengan program yang konkret, menurut saya mereka sangat normatif kemarin," tuturnya.

WNI di Luar Negeri Ingin Debat Capres Kedua Lebih Konkret

Pegawai salah satu bank di Negeri Kanguru itu berharap dalam debat kedua nanti malam, Jokowi dan Prabowo bisa saling beradu visi dan misi dengan lebih inovatif lagi. Apalagi, menurut Neuva, tema debat kedua ini, terutama soal infrastruktur, menjadi sorotan dalam pemerintahan saat ini.

"Saya pikir tema debat kali ini bisa jadi senjata petahana atau justru amunisi lawannya. Seharusnya debat nanti malam jadi lebih greget ya," kata Neuva.

Senada dengan Neuva, Tantriyana seorang mahasiswa Indonesia yang tengah melanjutkan studi pascasarjana di Johns Hopkins University, Maryland, Amerika Serikat, berharap kedua capres bisa lebih konkret lagi dalam memaparkan program dalam visi dan misi masing-masing dalam debat nanti.

Menurutnya, kedua capres harus bisa memaparkan sesuatu yang berbeda bukan sebatas retorika atau jargon belaka.


"Program konkret dan perubahan yang ingin mereka lakukan jika terpilih itu seperti apa? Harusnya itu yang mereka tekankan malam nanti. Apalagi salah satu tema debat nanti soal ekonomi dan infrastruktur harusnya bisa jadi perdebatan hangat," kata perempuan yang kerap disapa Tantri itu.

"Debat nanti juga bisa jadi ajang saling kritik karena kan infrastruktur sangat digembor-gemborkan petahana selama ini. Seharusnya kedua capres bisa saling beradu solusi terbaik terkait isu debat nanti malam. Seharusnya jadi sangat menarik ya," tuturnya menambahkan.

Debat capres putaran kedua dalam rangkaian Pilpres 2019 akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Kali ini Komisi Pemilihan Umum memilih tema masalah energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.


Untuk kegiatan kali ini hanya akan menampilkan kedua calon presiden, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (rds/ayp)