Kecelakaan Tambang Ilegal Zimbabwe, 24 Jasad Dievakusi

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 18:24 WIB
Kecelakaan Tambang Ilegal Zimbabwe, 24 Jasad Dievakusi Proses evakuasi kecelakaan tambang emas ilegal di Zimbabwe. (REUTERS/Mike Hutchings)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tambang emas ilegal di Zimbabwe menjadi 24 orang. Mereka terperangkap di bawah tanah karena tambang itu banjir dan runtuh lantaran limpasan air bendungan yang jebol.

Seperti dilansir CNN, Selasa (19/2), aparat mengatakan kecelakaan itu terjadi setelah poros dan terowongan bawah tanah tempat para penambang ilegal bekerja dibanjiri air dari bendungan yang runtuh pada Selasa pekan lalu. Para penambang yang masih hidup diselamatkan pada Sabtu pekan lalu di tambang yang terletak 90 mil barat daya Ibu Kota Harare.

Wakil Menteri Pertambangan Zimbabwe, Polite Kambamura, pada Senin (18/2) mengatakan operasi pencarian di area itu akan berlanjut. Dia mengatakan ada sekitar 70 penambang yang dikhawatirkan masih terperangkap.


Kambamura mengatakan petugas penyelamat mengalami kesulitan mengakses tambang karena ukuran lubangnya.
Perwakilan Serikat Penambang Zimbabwe, Victor Rupende, yang turut membantu proses penyelamatan dan evakuasi mengatakan hujan lebat juga menghambat operasi.

Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, menyatakan insiden itu sebagai bencana nasional. Dia berjanji pemerintah akan terus memberikan bantuan kepada tim pencari yang bekerja untuk menemukan para penambang yang hilang.

Keluarga dan penduduk setempat yang menunggu proses pencarian memilih berkemah di dekat lokasi penambangan.

Presiden Federasi Penambang Zimbabwe, Henrietta Rushwaya, mendesak pemerintah melegalkan tambang rakyat dan memberi perhatian mengenai keselamatan di sektor ini.
Zimbabwe kaya akan mineral seperti berlian, uranium, krom, platinum, dan emas. Pendapatan dari industri menyumbang sekitar 30 persen dari pendapatan pemerintah. (syf/ayp)