Di sisi lain, para korban mendesak supaya kegiatan menghasilkan keputusan yang mendasar untuk mengakhiri rantai pelecehan itu, karena mereka jengah dengan janji Pemimpin Tahta Suci Vatikan, PausFransiskus soal reformasi gereja Katolik dan memberikan keadilan.
Pria berusia 82 tahun itu berharap dapat meningkatkan kesadaran melalui doa, pidato, kelompok kerja dan kesaksian dari para korban. Tujuannya supaya ketika ke-114 kepala uskup kembali ke negara masing-masing memiliki pandangan jelas mengenai cara menyelesaikan kasus itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diam tidak akan menyelesaikan masalah. Ini bukan tahap akhir, tidak ada yang bisa mengatakan demikian (tapi) kami akan mengupayakan segala kemungkinan agar orang-orang menjaga tanggung jawab, kepercayaan dan akan ada transparansi," kata Cupich.
Paus Fransiskus juga mengakui bahwa para pastor dan uskup di gereja Katolik kerap melakukan pelecehan seksual terhadap biarawati.
Masalah itu menjadi sorotan setelah tahun lalu seorang biarawati menuduh satu uskup India berulang kali memperkosanya, memicu perbedaan pendapat yang jarang terjadi di kalangan Gereja Katolik negara itu.
[Gambas:Video CNN] (syf/ayp)