Spanduk Desak Mahathir Mundur Terbentang di Malaysia

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 11:01 WIB
Spanduk Desak Mahathir Mundur Terbentang di Malaysia Sebuah spanduk berisi seruan agar Perdana Menteri Mahathir Mohamad mundur terpasang di sebuah jalan di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, pada Rabu (20/2). (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah spanduk berisi seruan agar Perdana Menteri Mahathir Mohamad mundur dikabarkan terpasang di sebuah jalan di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, pada Rabu (20/2).

Partai Keadilan Rakyat (PKR), salah satu partai koalisi pemerintah Pakatan Harapan, mengajukan aduan kepada polisi terkait pemasangan spanduk oleh orang tak dikenal itu.

"Hari ini, sebuah spanduk berisi fitnah dan kebohongan politik yang berniat jahat terpasang di jembatan di atas Jalan Bangsar, Kuala Lumpur," ucap direktur komunikasi PHR, Fahmi Fadzil, melalui unggahannya di Facebook.


Fahmi meyakini spanduk itu dipasang oleh "musuh politik" Pakatan Harapan. Dia mengatakan telah meminta anggota partainya untuk mencopot spanduk itu.
Dikutip Channel NewsAsia, spanduk itu berisi seruan agar Mahathir mengundurkan diri dan desakan bagi Presiden PKR, Anwar Ibrahim, untuk "menyelamatkan Malaysia."

Berdasarkan laporan Malaysiakini, spanduk serupa juga terpampang di dekat Taman Permata, Kuala Lumpur.

Spanduk-spanduk itu disebut sengaja dipasang guna mengadu-domba partai koalisi pemerintah.
Semasa kampanye, Mahathir dan Anwar sepakat bersatu dalam koalisi Pakatan Harapan untuk mengalahkan mantan PM Najib Razak dan koalisinya dalam pemilu Mei lalu.

Karena saat itu Anwar masih berada di penjara, Mahathir berjanji akan menjadi PM sementara jika menang pemilu. Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar dalam dua tahun pascapemilu.

Namun, perjanjian keduanya tak secara detail menjelaskan waktu pasti transisi jabatan itu akan berlangsung.

Insiden spanduk itu terjadi ketika Mahathir dirumorkan tengah menghadapi ancaman mosi tidak percaya dari dalam tubuh Pakatan Harapan sendiri.
Rumor itu beredar setelah Partai Islam Se-Malaysia (PAS) mengklaim bahwa partai Democratic Action Party (DAP) tengah mengajukan mosi tidak percaya untuk memakzulkan Mahathir. DAP merupakan anggota Pakatan Harapan.

DAP membantah tuduhan itu. Sekretaris Jenderal DAP yang juga merupakan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, menegaskan bahwa seluruh partai koalisi Pakatan Harapan "memberikan dukungan penuh kepada Mahathir."

"Dan kami membantah dugaan yang mengatakan sebaliknya," kata Lim.
Selain DAP, partai Amanah yang juga merupakan anggota Pakatan Harapan, menganggap klaim PAS tersebut palsu.

"Amanah dan komponen Pakatan Harapan selalu berada di belakang Mahathir dalam memaksimalkan reformasi di pemerintahan," ucap Presiden Amanah sekaligus Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu.

Sementara itu, Anwar juga menampik dugaan mosi tidak percaya tersebut. Bulan lalu, Anwar mengatakan Mahathir harus diberi ruang dan waktu untuk memimpin Malaysia sesuai dengan perjajian yang mereka sepakati. (rds/has)