Melalui surat perintah pada Jumat (22/2), MA India memerintahkan pemerintah daerah dan kepala kepolisian untuk memastikan tidak ada "serangan, ancaman, atau boikot sosial" terkait bom bunuh diri pada 14 Februari itu.
Sejumlah warga Kashmir pun dikeluarkan dari universitas di India karena komentar mereka terkait kasus tersebut di media sosial. Beberapa orang lainnya juga ditahan atas tuduhan penghasutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Bom bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM). Pemerintah India pun menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan tersebut.
JeM ingin bagian Kashmir di India menjadi wilayah kekuasaan Pakistan. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.
Puluhan ribu orang tewas di Kashmir sejak pemberontakan bersenjata pecah di kawasan perbatasan itu pada 1989. (has)