Sambaran petir yang terjadi pada Jumat (1/3) memicu kemunculan titik api baru. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa atau cedera, namun tiga rumah telah dihancurkan akibat kebakaran tersebut.
Dibandingkan daerah lain, tenggara negara bagian Victoria dilaporkan sebagai yang terparah mengalami kebakaran lahan. Dilaporkan hingga Minggu lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran, pesawat, dan relawan diterjunkan untuk memadamkan api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biro Meteorologi Australia mengatakan gelombang panas yang terjadi beberapa hari terakhir terhitung di atas rata-rata. Suhu panas kali ini merupakan rekor selama lebih dari satu abad terakhir.
"Ini (cuaca panas) memecahkan rekor panas selama bulan Maret di empat negara bagian di sepanjang garis pantai selatan," ucap ahli meteorologi Dean Narramore.
Suhu di Tasmania pada Sabtu (2/3) tercatat mencapai 39,1 derajat Celcius, atau terpanas dalam 131 tahun terakhir. (reuters/evn)