"Kami mencari hari baru dalam sejarah Thailand menuju jalur demokrasi," demikian kutipan lagu berjudul "New Day" yang dinyanyikan dua personel militer Thailand tersebut, seperti dikutip AFP.
"Hari yang Baru untuk Thailand telah datang sehingga kita bisa menyelesaikan kesalahan masa lalu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan otoriter Prayuth itu membuat marah pendukung demokrasi Thailand.
Pemilu akhir bulan ini merupakan yang perdana bagi Thailand sejak 2011. Sedikitnya tujuh juta warga antara 18-25 tahun akan memilih untuk pertama kalinya dalam pemungutan suara nanti.
[Gambas:Youtube]
Future Forward, salah satu partai baru yang dipimpin seorang miliarder, cukup menarik perhatian sebagian pemilih di kalangan pemuda Thailand karena sikap anti-junta militernya yang keras.
Selain itu, partai tersebut juga memiliki visi dan misi utama menumpas ketidaksetaraan di Negeri Gajah Putih tersebut. (rds/has)