Hillary Clinton Tak Bakal Maju di Pilpres AS 2020

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 21:06 WIB
Hillary Clinton Tak Bakal Maju di Pilpres AS 2020 Politikus Partai Demokrat Amerika Serikat, Hillary Clinton. (REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Luar Negeri dan calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton, menyatakan tidak akan maju kembali dalam pemilihan presiden pada 2020. Namun, tokoh Partai Demokrat itu menyatakan dia akan tetap berkecimpung di jalur politik.

"Saya tidak akan ikut (pilpres), tetapi saya akan tetap bekerja, mengungkapkan pendapat dan mempertahankan apa yang saya yakini," kata Hillary dalam wawancara dengan stasiun televisi News12, seperti dilansir The New York Times, Selasa (5/3).
Meski demikian, Hillary nampaknya sudah mempersiapkan kuda-kuda bagi partainya untuk bersaing dalam pilpres tahun depan. Dia sudah bertemu empat mata dengan sejumlah politikus ternama Partai Demokrat dan calon unggulan untuk maju dalam pilpres AS, antara lain Senator Kamala Harris dan mantan Wakil Presiden, Joseph R. 'Joe' Biden.

Empat senator perempuan asal Partai Demokrat yakni Harris, Kirsten Gillibrand, Amy Klobuchar dan Elizabeth Warren dan seorang anggota Kongres, Tulsi Gabbard, bahkan sudah mengkampanyekan diri dalam konvensi internal partai. Hal ini nampaknya menjadi warisan Hillary dalam Partai Demokrat yang mencoba beremansipasi dalam hal peran politikus perempuan.


Hillary juga menyatakan dia masih ingin dekat dengan dunia politik, meski tidak terjun dalam pilpres tahun depan.
"Saya ingin memastikan orang-orang memahami saya akan tetap menyatakan pendapat. Saya enggak kemana-mana," ujar Hillary.

Ketika disinggung apakah Hillary tidak mencoba peruntungan menjadi gubernur atau wali kota, istri mantan Presiden Bill Clinton itu malah tertawa.

"Oh saya pikir tidak," kata Hillary.

Hillary yang saat ini berusia 71 tahun tetap masih lebih muda dari politikus Demokrat sebaya. Antara lain Bernie Sanders (77), Joe Biden (76) serta mantan Wali Kota New York, Michael R. Bloomberg (77). Namun, kemungkinan pamornya akan meredup karena politikus-politikus muda dengan karir mengilap juga bermunculan.
Dalam pilpres AS 2016, Hillary saat itu menjadi penantang Donald Trump. Namun, meski sempat unggul dalam berbagai jajak pendapat dia akhirnya takluk dari Trump. (ayp/ayp)