Kotak Hitam Ethiopian Airlines yang Jatuh Ditemukan

CNN Indonesia
Senin, 11 Mar 2019 19:29 WIB
Tim pencari berhasil menemukan dua 'kotak hitam' dari pesawat Boeing 737-8 MAX bernomor penerbangan ET 302 maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh. Sisa-sisa barang penumpang pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh di Ethiopia. (REUTERS/Tiksa Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim pencari dilaporkan berhasil menemukan 'kotak hitam' dari pesawat Boeing 737-8 MAX bernomor penerbangan ET 302 maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh pada Minggu (10/3). Namun, menurut pihak maskapai kondisinya rusak sebagian.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (11/3), kotak hitam yang berhasil ditemukan adalah perekam data penerbangan dan percakapan kokpit (flight data dan cockpit voice recorder). Kedua perangkat itu dalam kondisi rusak.

"Kita akan lihat apa bisa kita ambil dari benda itu," kata sumber Ethiopian Airlines.


Pakar forensik dari Israel sudah tiba untuk membantu proses penyelidikan. Menurut juru bicara Ethiopian Airlines, Asrat Begashaw, pengusutan kecelakaan itu akan dipimpin oleh pemerintah Ethiopia dibantu Amerika Serikat, Kenya, dan beberapa negara lain.
"Hal ini butuh waktu," kata Menteri Perhubungan Ethiopia, James Macharia.

Pesawat Boeing 737-8 MAX milik Ethiopian Airlines jatuh di sebuah tanah kosong di dekat Desa Tulu Fara, Kota Bishoftu, tak jauh dari di ibu kota Addis Ababa. Burung besi itu dalam perjalanan menuju Nairobi, Kenya. Sebanyak 157 penumpang sekaligus awak dipastikan meninggal.

Tipe pesawat yang jatuh di Ethiopia sama dengan yang disewa oleh maskapai Lion Air dengan kode penerbangan PK-LQP. Pesawat yang disewa Lion Air itu jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam.

[Gambas:Video CNN]

Tercatat sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.
Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole, Addis Ababa, pada pukul 08.38 pagi waktu setempat. Pesawat hilang kontak dengan menara pantau pada pukul 08.44 waktu setempat. (ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER