"Besok jam tiga sore, semua warga Venezuela akan turun ke jalan," ujar Guaido di hadapan Majelis Nasional pada Senin (11/3), sebagaimana dikutip AFP.
Guaido menyebut listrik padam ini bagai bencana bagi Venezuela yang kini sedang dalam krisis. Ia bahkan mengklaim belasan orang tewas akibat listrik padam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada yang normal di Venezuela dan kami tidak akan membiarkan tragedi ini menjadi hal normal," kata Guaido sembari mengumumkan situasi darurat.
Menurut pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela itu, listrik padam ini adalah "produk korupsi dan ketidaklayakan rezim."
Listrik di Venezuela kerap kali padam karena kekurangan investasi pemerintah di bidang infrastruktur.
Pemerintah sering menuding ada upaya sabotase, tapi tak pernah menyebut pihak yang mereka anggap sebagai dalangnya.
[Gambas:Video CNN]
Tahun lalu, Maduro meminta angkatan bersenjata menjaga generator di Guri, tapi listrik tetap sering padam. Situasi ini dianggap sebagai kemunduran karena sebelumnya, Guri dianggap sebagai salah satu pembangkit listrik paling kuat di Amerika Latin.
"Kita pernah punya sistem listrik paling baik di dunia, paling kuat. Mereka yang kini memerintah menghancurkannya," kata presiden asosiasi insinyur listrik profesional, Winston Cabas. (has)