Seperti dilansir Associated Press, Minggu (17/3), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengakui agak kesulitan menembus basis pertahanan terakhir ISIS di Desa Baghouz, Provinsi Deir al Zour, Suriah. Menurut juru bicara SDF, Kino Gabriel, para militan meninggalkan sejumlah jebakan berupa ranjau untuk menghambat laju serdadu koalisi.
"Kami menghadapi sejumlah kesulitan dalam operasi militer ini," kata Kino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu, menurut Kino, menyulitkan pasukan koalisi untuk menggunakan kekuatan penuh untuk menggempur ISIS.
"Kami khawatir melukai anak-anak dan para perempuan yang masih ada di desa," ujar Kino.
Di samping itu, Kino menyatakan militan ISIS juga membangun terowongan yang saling terhubung untuk membuat serangan kejutan kepada pasukan koalisi. Dari sana militan ISIS juga melakukan serangan bom bunuh diri.
Ranjau yang ditinggalkan juga berdaya ledak besar dan diduga bom rakitan dari hulu ledak.
Bahkan luas wilayah kekuasaan terakhir ISIS itu diperkirakan masih sama dibandingkan beberapa pekan lalu. Yakni sekitar 250 kilometer. Hal ini memperlihatkan perkembangan operasi militer untuk menaklukkan ISIS belum berdampak signifikan, meski gencar disebut tak lama lagi kelompok itu bakal habis. (ayp)