Penembakan di Utrecht, KBRI Cari Informasi soal WNI

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 19:35 WIB
Penembakan di Utrecht, KBRI Cari Informasi soal WNI Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda, mencari informasi terkait keadaan warga negara Indonesia setelah penembakan di Utrecht pada Senin (18/3). (Reuters/Piroschka van de Wouw)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda, langsung mencari informasi terkait keadaan warga negara Indonesia (WNI) setelah penembakan di Utrecht pada Senin (18/3).

"Saat ini KBRI Den Haag sedang berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dan beberapa pihak lain untuk mengetahui apakah ada korban WNI dalam insiden tersebut," demikian keterangan dari KBRI Den Haag kepada CNNIndonesia.com.

Namun, Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Puja, mengatakan bahwa hingga kini KBRI Den Haag belum mendapat laporan jika WNI menjadi korban dalam insiden itu.


"Sejauh ini belum ada laporan WNI jadi korban. Kami juga bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Sementara ini, ada 1 orang meninggal dunia dan masih belum diketahui beberapa korban yang luka-luka," ucap Puja saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.
Penembakan yang terjadi di sebuah trem di Kota Utrecht, Belanda, ini diperkirakan menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.

Satu jenazah yang tergeletak di lokasi kejadian terlihat diselimuti kain, sementara kepolisian dan petugas darurat menyisir area sekitar. Polisi mengatakan pelaku masih dalam pencarian. 

"Penembakan terjadi pada 24 Oktoberplein di Utrecht, beberapa orang terluka. Daerah di sekitar wilayah kejadian telah ditutup dan kami sedang menyelidiki insiden ini," demikian pernyataan kepolisian Utrecht di Twitter.

"Ini adalah insiden penembakan di trem. Beberapa helikopter darurat telah dikerahkan untuk memberikan bantuan."

Kepolisian juga masih menyelidiki kejadian untuk menentukan insiden ini sebagai aksi terorisme atau bukan.



Kepala Dinas Penanggulangan Terorisme Belanda (NCTV), Pieter-Jaap Aalbersberg, mengatakan ia bersama timnya tengah melakukan "konsultasi krisis" atas insiden itu.

"NCTV sedang memantau situasi di Utrecht dengan koordinasi dengan pihak berwenang setempat. Kami tidak bisa mengesampingkan motif terorisme. Tim krisis diaktifkan. Pelaku juga masih buron," katanya. (rds/has)