Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian ini bermula ketika para siswa kelas dua di salah satu sekolah dasar di Crema itu pulang dari acara olahraga didampingi tiga orang dewasa.
Di tengah jalan, sang sopir bus tiba-tiba berubah haluan dan mengumumkan bahwa ia menyandera para penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP melaporkan bahwa insiden itu terjadi selama sekitar 10 menit hingga akhirnya bus tersebut menabrak satu mobil.
Seorang anak di dalam mobil itu kemudian mengambil satu ponsel yang terjatuh saat tabrakan terjadi. Ia kemudian menelepon orang tuanya.
"Ini adalah sebuah keajaiban. Ini bisa saja jadi malapetaka. Kepolisian sangat luar biasa, mencegah bus itu dan mengeluarkan anak-anak itu," ujar jaksa Milan, Francesco Greco.
Belasan anak dan dua orang dewasa dilarikan ke rumah sakit karena gangguan saluran pernapasan akibat terlalu banyak menghirup asap. Sementara itu sang sopir, Ousseynou Sy, juga dirawat karena luka bakar di tangannya.
Badan kontra-terorisme Italia juga menyatakan bahwa nama Sy tak ada dalam radar teroris. Menurut mereka, Sy memang hanya menjalankan aksinya dengan motif sendiri. (has)