Kokpit Berasap, Boeing 787 United Airlines Mendarat Darurat

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 01:18 WIB
Kokpit Berasap, Boeing 787 United Airlines Mendarat Darurat Ilustrasi pesawat maskapai United Airlines. (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Boeing 787-900 milik United Airlines terpaksa mendarat darurat di kepulauan Kaledonia Baru, Pasifik, setelah dilaporkan ada asap di bagian kokpit, Senin (25/3). Pesawat itu dalam perjalanan dari Melbourne, Australia, menuju Los Angeles, Amerika Serikat.

Otoritas lokal melaporkan pesawat yang sedang mengangkut 256 penumpang itu berhasil mendarat di Bandara La Tontouta, Noumea, dengan selamat.

"Para penumpang turun dengan tenang. Sepertinya ada asap keluar dari kokpit," ucap seorang pejabat Kamar Dagang setempat yang mengelola bandara kepada AFP.


Sementara itu, situs berita Nouvelles-Caledoniennes melaporkan masker oksigen secara otomatis terbuka dari kabin pesawat tersebut.
Stasiun radio setempat, RRB, menyatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Seluruh penumpang dikabarkan akan bermalam di Noumea sebelum diterbangkan kembali ke Melbourne.

Noumea berjarak sekitar 2.700 kilometer dari timur laut Melbourne.

Insiden ini terjadi ketika Boeing tengah menjadi sorotan lantaran pesawat buatannya yang paling anyar, 737 MAX 8, terlibat dalam dua kecelakaan pesawat mematikan.

Insiden pertama, Pada 29 Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan seluruh 189 penumpang dan awak yang dibawa.

Pesawat yang sama yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, pada 10 Maret lalu. Insiden itu menewaskan 157 orang awak dan penumpang.
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih terus diselidiki. Namun, banyak spekulasi beredar bahwa kedua kecelakaan itu disebabkan oleh masalah yang sama, yakni sistem pemantau sudut jelajah pesawat Boeing 737 MAX 8.

Sistem itu diduga kerap membuat moncong pesawat menukik secara mendadak karena dianggap dalam keadaan stall atau sudut jelajah pesawat terlalu tajam.

Akibat kedua kecelakaan itu, Boeing melarang pengoperasian 371 pesawat 737 MAX 8 yang telah dibeli oleh sejumlah maskapai penerbangan di dunia.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah maskapai global termasuk maskapai dalam negeri seperti Lion Air dan Garuda Indonesia membatalkan rencana pembelian armada jenis tersebut. (rds/ayp)