Permintaan ia sampaikan setelah Rusia mengirimkan dua pesawat angkatan udara mereka yang membawa hampir 100 tentara masuk ke Venezuela pada hari Sabtu lalu. Aksi Rusia tersebut ia tuduh telah meningkatkan krisis politik di Venezuela.
Maklum, Rusia dan Cina memang mendukung Presiden Nicolas Maduro. Sementara di sisi lain, Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain alasan tersebut permintaan disampaikan karena AS curiga yang dikirim Rusia ke Venezuela merupakan pasukan khusus dan personel keamanan siber. Wakil Duta Besar Rusia Dmitry Polyanskiy mengatakan negaranya tidak akan serta merta menuruti permintaan Trump.
Menurutnya, Rusia memiliki hubungan bilateral dan perjanjian dengan Venezuela yang harus dihormati AS.
"Jadi Tidak akan bergantung pada AS untuk memutuskan tindakan dan nasib negara lain. Ini hanya bergantung pada rakyat Venezuela dan satu-satunya presiden yang sah Nicolas Maduro," kata Polyanskiy di Twitter.
Lihat juga:FOTO: Air Bagai Emas di Venezuela |
Maduro yang tetap memegang kendali fungsi negara dan militer negara itu menuduh Guaido adalah boneka Amerika Serikat. Krisis tersebut telah melumpuhkan kehidupan dan kegiatan ekonomi di Venezuela.
Rumah sakit di sana dikabarkan nyaris lumpuh karena peralatan di ruang ICU harus dimatikan akibat pemadaman listrik. Bukan hanya itu saja, krisis juga membuat rakyat Venezuela kesulitan dalam mendapatkan makanan. (reuters/agt)