Trump Minta Rusia 'Angkat Kaki' dari Venezuela

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 02:05 WIB
Trump Minta Rusia 'Angkat Kaki' dari Venezuela Presiden AS Donald Trump meminta Rusia segera angkat kaki dari Venezuela. (REUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Rusia untuk 'angkat kaki' dari Venezuela dengan menarik pasukannya dari negara tersebut. Ia memperingatkan bahwa "semua opsi" terbuka akan dilakukan AS agar Rusia segera 'angkat kaki' dari Venezuela.

Permintaan ia sampaikan setelah Rusia mengirimkan dua pesawat angkatan udara mereka yang membawa hampir 100 tentara masuk ke Venezuela pada hari Sabtu lalu. Aksi Rusia tersebut ia tuduh telah meningkatkan krisis politik di Venezuela.

Maklum, Rusia dan Cina memang mendukung Presiden Nicolas Maduro. Sementara di sisi lain, Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.


"Intinya Rusia harus keluar," kata Trump di Oval Office seperti dikutip dari Reuters Kamis (28/3).


Selain alasan tersebut permintaan disampaikan karena AS curiga yang dikirim Rusia ke Venezuela merupakan pasukan khusus dan personel keamanan siber. Wakil Duta Besar Rusia Dmitry Polyanskiy mengatakan negaranya tidak akan serta merta menuruti permintaan Trump.

Menurutnya, Rusia memiliki hubungan bilateral dan perjanjian dengan Venezuela yang harus dihormati AS.

"Jadi Tidak akan bergantung pada AS untuk memutuskan tindakan dan nasib negara lain. Ini hanya bergantung pada rakyat Venezuela dan satu-satunya presiden yang sah Nicolas Maduro," kata Polyanskiy di Twitter.
Venezuela saat ini tengah mengalami krisis politik. Krisis terjadi perebutan kekuasaan antara Presiden terpilih Venezuela Nicolas Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido.

Maduro yang tetap memegang kendali fungsi negara dan militer negara itu menuduh Guaido adalah boneka Amerika Serikat. Krisis tersebut telah melumpuhkan kehidupan dan kegiatan ekonomi di Venezuela.

Rumah sakit di sana dikabarkan nyaris lumpuh karena peralatan di ruang ICU harus dimatikan akibat pemadaman listrik. Bukan hanya itu saja, krisis juga membuat rakyat Venezuela kesulitan dalam mendapatkan makanan.
(Reuters/agt)