Menara Pengawas Berasap, Bandara Sydney Tutup Sementara

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 10:33 WIB
Menara Pengawas Berasap, Bandara Sydney Tutup Sementara Ilustrasi. (Wikimedia Commons/Mw12310 (CC BY-SA 3.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas bandara Sydney, Australia, melarang sementara penerbangan keluar dan masuk setelah asap terdeteksi di menara pengawas lalu lintas udara mereka pada Jumat (29/3).

"Menara Pengawas Lalu Lintas Udara Sydney dievakuasi setelah asap terdeteksi. Penghentian penuh diberlakukan, tak ada pesawat berangkat atau berangkat saat ini di Bandara Sydney," demikian pernyataan Layanan Udara Australia melalui Twitter.




Pernyataan itu dirilis sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Dua puluh menit kemudian, lembaga itu mengumumkan bahwa mereka sudah mulai dapat memproses pesawat yang hendak mendarat di Bandara Sydney.

"Pesawat mulai bisa mendarat meski lebih lambat. Belum ada keberangkatan hingga saat ini," tulis badan tersebut.

Situs pemantau penerbangan, Flightradar24, juga melaporkan ada sejumlah pesawat berputar di sekitar Bandara Sydney, kemungkinan karena tidak bisa mendarat.
Sekitar pukul 13.19 waktu lokal, Layanan Udara Australia kemudian mengumumkan bahwa mereka kembali beroperasi karena staf sudah bisa masuk ke dalam menara.

"Kami sudah beroperasi penuh di Menara Sydney. Keberangkatan berjalan lancar. Semua larangan sudah dicabut," tulis mereka.

Media lokal Australia, News.com.au, melaporkan bahwa asap itu berasal dari kesalahan pada baterai yang menempel di sistem komputer menara pengawas.
Ketika alarm asap berbunyi pada 11.40, dua puluh orang yang ada di dalam menara langsung dievakuasi.

Pihak bandara lantas memanggil ahli listrik untuk mencabut baterai tersebut dari sistem komputer. Setelah situasi aman, para staf pun diizinkan masuk kembali ke ruang kerjanya. (has/has)