Slovakia Bakal Menyambut Presiden Wanita Pertama

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 05:24 WIB
Slovakia Bakal Menyambut Presiden Wanita Pertama Zuzana Caputova, calon Presiden Slovakia. (REUTERS/David W Cerny)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan berlatar belakang aktivis anti-korupsi, Zuzana Caputova diperkirakan bakal menjadi presiden wanita pertama Slovakia. Negara tersebut tengah menggelar pemilihan presiden putaran kedua, Sabtu (30/3).

Pemilihan digelar usai satu tahun peringatan pembunuhan seorang jurnalis yang memicu protes massa dan seruan untuk perubahan. Zuzana, 45 tahun, yang juga pengacara lingkungan diproyeksikan akan menang melawan kandidat partai yang berkuasa, Maros Sefcovic yang juga komisaris energi Uni Eropa.

Caputova, yang tidak memiliki pengalaman dalam jabatan politik dan menjalankan slogan "Berdiri untuk Kejahatan", mendapatkan 55,20 persen suara menurut survei yang dilakukan oleh lembaga Focus, pada malam menjelang putaran kedua.


"Kampanye ini telah menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti humanisme, solidaritas dan kebenaran adalah penting bagi masyarakat kita," kata Caputova dalam pidatonya, dikutip AFP, Sabtu (30/3).


Caputova malang melintang dalam dunia advokasi, Ia memenangkan penghargaan 2016 karena berhasil memblokir tempat pembuangan sampah yang direncanakan di kota kelahirannya Pezinok.

Baru-baru ini, ia turun ke jalan-jalan bersama dengan puluhan ribu pengunjuk rasa anti-pemerintah lainnya setelah wartawan investigasi Jan Kuciak ditembak mati bersama tunangannya pada Februari 2018. Dia telah bersiap untuk menerbitkan sebuah cerita tentang dugaan hubungan antara politisi Slovakia dan mafia Italia.

Pembunuhan memaksa Perdana Menteri saat itu Robert Fico untuk mengundurkan diri tetapi ia tetap menjadi pemimpin partai Smer-SD, kelompok yang dinilai sekutu dekat perdana menteri saat ini. Lima orang telah didakwa, termasuk seorang pengusaha jutawan dengan dugaan hubungan Smer-SD yang diduga memerintahkan pembunuhan.

Berbicara kepada AFP mengenai kampanye, Caputova mengatakan bahwa jika terpilih dia akan memulai perubahan sistematis, salah satunya menghilangkan jaksa dan polisi dari pengaruh politik.

(ain/ain)


ARTIKEL TERKAIT