Jet F-35 Jepang Jatuh di Samudra Pasifik, Pilot Hilang

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 10:22 WIB
Jet F-35 Jepang Jatuh di Samudra Pasifik, Pilot Hilang Ilustrasi jet tempur Lockheed Martin F-35. (AFP PHOTO / JACK GUEZ)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah jet tempur siluman Lockheed Martin F-35 milik Angkatan Udara Jepang dilaporkan sempat hilang dari pantauan radar, saat menjalani misi latihan di Samudra Pasifik, Selasa (9/4) malam waktu setempat. Ternyata pesawat itu jatuh dan serpihannya ditemukan oleh tim pencari di perairan sebelah utara Jepang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4), pesawat tempur siluman itu lepas landas dari Lanud Misawa di Prefektur Aomori. Pilot lantas mengarahkan jet itu ke perairan sejauh 135 kilometer.
Pesawat itu sempat mengudara sekitar 30 menit. Pada pukul 19.27 waktu setempat, jet tempur itu hilang dari pantauan radar.

"Kami berhasil menemukan serpihan dari F-35," kata seorang juru bicara Angkatan Udara Jepang.


Mereka menyatakan keberadaan pilot sampai saat ini belum diketahui.

Padahal, menurut AU Jepang umur pesawat itu belum genap setahun. Burung besi itu baru dikirim pada Mei 2018.

[Gambas:Video CNN]

Insiden ini menjadi yang kedua setelah F-35 mengudara sejak dua dasawarsa lalu. Hal ini juga menjadi kecelakaan F-35 versi A, yang sebenarnya dirancang untuk menghindari deteksi radar oleh musuh.

Lockheed Martin sebagai pembuat menyatakan mereka akan membantu AU Jepang menangani kecelakaan itu. Kabar ini juga sampai kepada Kementeriah Pertahanan.

Sebuah jet F-35B milik Angkatan Bersenjata AS juga jatuh di Lanud Korps Marinir Beaufort, South Carolina pada September tahun lalu.

Jepang saat ini sedang gencar memperbarui alat utama sistem persenjataan mereka. Terutama armada angkatan udara.
Mereka memesan 87 jet tempur siluman dari AS, untuk mengimbangi kekuatan China. Namun, mereka membeli secara rakitan (knock down), dan kemudian dirakit di pabrik Mitsubishi Heavy Industries Ltd., di dekat Nagoya.

Pembelian dengan cara itu lebih murah ketimbang secara utuh. (ayp/ayp)