"Saya dan suami daftar sendiri, cari informasi sendiri, karena pemilu jadi salah satu pengingat bahwa kami adalah warga negara Indonesia yang punya kewajiban untuk memilih presiden serta anggota dewan," kata Pianis dan penulis Indonesia yang tinggal di Belanda, Karina Andjani (28), seperti dilansir Antara.
Pemungutan suara dipusatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Pemilihan dilakukan dengan dua cara, yakni datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di KBRI atau surat suara dikirim melalui pos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sepengetahuan Karina, banyak WNI di Belanda yang memilih langsung ke Den Haag karena tidak mendapat kiriman surat suara melalui pos.
Untuk mencoblos langsung, pemilih diminta membawa salah satu kartu identitas berupa paspor, surat tugas laksana paspor (SPLP), atau kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).
Saat pemilihan, PPLN Den Haag menyediakan bus untuk menjemput para WNI yang berada di depan gedung Kementerian Keuangan Belanda di Prinsessegracht, Den Haag. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari stasiun kereta Den Haag Centraal.
Bus mulai beroperasi pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat.
[Gambas:Video CNN] (antara/ayp)