Misteri Keamanan Kucing Julian Assange Terpecahkan

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 14:24 WIB
Misteri Keamanan Kucing Julian Assange Terpecahkan Kucing pendiri WikiLeaks, Julian Assange, sempat merebut perhatian netizen. (REUTERS/Peter Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kucing dari Julian Assange, pendiri Wikileaks, selamat meski untuk sementara sang pemilik tidak bisa mengasuhnya.

Assange yang ditangkap pada Kamis (11/4), meninggalkan seekor kucing yang sehari-hari menjadi sahabatnya. Kucing tersebut kini menanti kebebasan pria berusia 47 tahun tersebut.

Sebuah video dari akun Twitter WikiLeaks menunjukkan kucing Assange berada di tempat yang aman. Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, kucing Assange terlihat menyaksikan momen Assange ditangkap pihak berwajib.


"Kami dapat pastikan kucing Assange aman. Pada pertengahan Oktober lalu, Assange meminta pengacara untuk mengamankan kucing dia dari ancaman kedutaan. Mereka akan reuni kembali ketika Assange dibebaskan," demikian cuit akun @wikileaks pada Minggu (14/4).



Assange mendapatkan kucing tersebut pada 2016, ketika dia seang bersembunyi di Kedutaan Ekuador di London. Sejak saat itu, kucing itu kerap menjadi sensasi di internet.

Pada Kamis (11/4) Assange ditangkap setelah pemerintah negara itu mencabut suaka politiknya dan meminta kepolisian masuk ke dalam Kedubes Ekuador. Lelaki berusia 47 tahun itu meminta suaka dan bermukim di sana sejak 2012, atau 2.487 hari bersembunyi, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia akibat dugaan pelecehan seksual yang selalu dibantah.

Menurut beberapa teman dan pengikutnya, Assange bersembunyi di kedutaan Ekuador karena takut ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Pada Desember lalu, Ekuador memberikan kewarganegaraan kepada Assange dan berusaha memasukkan namanya ke dalam daftar anggota misi diplomatik negara itu di Inggris dan Rusia. Hal itu dilakukan demi meyakinkan Assange aman untuk meninggalkan kedutaan. Namun, Inggris menolak permintaan itu.

Assange kemudian dinyatakan bersalah karena tak menyerahkan diri, dan menghadapi hukuman maksimal 12 bulan penjara di Inggris. Ia ditangkap atas permintaan AS. 

Assange menjadi buronan kasus dugaan konspirasi bersama mantan analis militer AS, Bradley Edward Manning alias Chelsea Elizabeth Manning. Keduanya diduga bahu-membahu mengunduh data rahasia.

Kementerian Kehakiman AS menyatakan kasus itu adalah salah satu pencurian informasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Wikileaks merupakan situs yang mempublikasikan informasi rahasia dari kawat diplomatik dan militer AS. Assange juga dituding mencampuri dan mempengaruhi pemilihan umum AS 2016 lalu, setelah WikiLeaks merilis surat elektronik kepala tim kampanye Hillary Clinton.


(map/vws)