WNI di Belanda Antre Nyoblos 3 Jam di Suhu 5 Derajat Celcius

CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 19:04 WIB
WNI di Belanda Antre Nyoblos 3 Jam di Suhu 5 Derajat Celcius Suasana Pemilu di Belanda. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cuaca dingin dengan suhu 5 derajat celcius tak menyurutkan niat Jeanne Tamara, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Belanda untuk menggunakan haknya memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia bahkan rela menempuh jarak 200 kilometer untuk mencapai tempat pencoblosan di Sekolah Indonesia Den Haag (SIN), Wassenaar pada Sabtu (14/4).

Di Belanda, pemungutan suara dapat dilakukan dengan dua metode, yakni melalui pemungutan di tempat pemungutan suara (TPS) dan melalui pos. Namun, Jeanne yang tinggal di Belanda sejak 2010 memilih untuk melalukan pencoblosan langsung di TPS.

Jeanne mengaku memilih datang langsung ke tempat pencoblosan untuk mendapat suasana pemilu layaknya di Indonesia. a juga mengaku takut surat suaranya tak sampai jika melalui pos.

"Saya kemarin datang sama anak saya karena suami saya harus bekerja. Kebetulan mertua saya sedang tidak bisa mengawasi anak saya, jadi saya bawa ke pencoblosan," ujar Jeanne yang bekerja paruh waktu di kantin sebuah perusahaan kaca saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (14/4).



Saat ini ia tinggal di Venlo, provinsi Limburg. Perlu waktu sekitar 2-3 jam bagi perempuan berusia 43 tahun asal Bekasi Barat itu untuk bisa mencapai lokasi pencoblosan. Jeanne berangkat menggunakan mobil pukul 07.45 pagi waktu setempat dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00.

"Kami jalan dari lokasi parkir, tidak terlalu jauh. Pukul setengah 11 pagi sampai TPS, itu antrian sudah 100 meter dari gerbang masuk SIN dan masih banyak orang datang. Sampai ke tempat TPS, itu saya dan teman-teman lain menunggu hampir 3 jam di TPS," ungkapnya.

Agar bisa mencoblos, Jeanne tidak lupa membawa formulir C6 dan paspor. Ia memperkirakan ada ribuan orang yang mengantri untuk mencoblos.

Sebagian dari ribuan orang tersebut ada yang berhasil mencoblos, sementara sebagian yang lain ada yang menyerah karena terlalu lama menunggu. Jeanne termasuk ke dalam golongan yang berhasil mencoblos karena niat yang besar dan semangat dari awal.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengaku tak duduk selama tiga jam. Panitia juga tak menyediakan konsumsi sehingga WNI yang antre berbaur, sambil saling menukar makanan.

"Sayangnya persiapan panitia kurang maksimal dan sistematis. Lokasi (pemilihan) sebetulnya besar, tapi pembagian dan pengaturan TPS kurang maksimal. Kami antre panjang berliku-liku, lalu kami baru dibagi ke TPS (nomor) 1, 2, 3, 4, dan 5," ungkapnya.

Ia mengaku mendapat tempat di TPS nomor 2 untuk mencoblos. Mesti membutuhkan waktu 3 jam, antrean tersebut masih lebih baik dibandingkan di TPS nomor 5 dan 6 yang membutuhkan waktu hingga 4 jam.

"TPS (nomor) 1, 2, dan 3 masih cukup cepat, tetapi TPS 4 dan 5 sampai 4 jam saking banyak orang," jelasnya.


Setelah mencoblos, Jeanne memutuskan pulang ke rumah pada pukul 17.00 waktu setempat. Meski begitu, ia menyampaikan masih banyak orang yang datang hingga akhirnya pemilihan diperpanjang sampai pukul 21.00.

"Terus terang teman-teman pemilih di sini sebetulnya agak kecewa dengan cara kerja panitia, sepertinya persiapan mereka tidak maksimal. Mereka sudah tahu data, harusnya tahu juga apa yang perlu dilakukan," ungkap Jeanne.

Sekretariat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag menyampaikan 11.744 WNI di Belanda telah menggunakan hak pilihnya dalam kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu).

Khusus di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Den Haag yang berlokasi di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) terdapat 9.700 pemilih. Sementara pemilihan melalui pos sebanyak 2.044 pemilih. (map/agi)