"Kami benar-benar senang menjawab pertanyaan itu jika dan ketika mereka muncul," Jennifer Robinson mengatakan kepada televisi Sky News tentang klaim pemerkosaan, seperti dikutip AFP.
"Masalah utama saat ini adalah ekstradisi AS, yang kami telah memperingatkan itu selama bertahun-tahun," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia ditangkap di kedutaan pada hari Kamis setelah kedutaan Ekuador menyerahkan pria itu. Sekarang Assange juga menolak surat perintah ekstradisi AS terkait dengan pembeberan sejumlah surat resmi AS di WikiLeaks.
Orang Australia ini selalu membantah klaim pelecehan seksual dan perkosaan di Swedia. Kasus pelecehan pertama berakhir pada 2015 dan kasus lainnya dibatalkan pada 2017. Tetapi terduga korban pemerkosaan, kini meminta agar kasus itu dibuka kembali.
Robinson mengatakan Assange akan meminta jaminan Swedia bahwa dirinya tidak akan dikirim ke AS, dengan mengatakan, "Jaminan yang sama kami minta pada 2010 dan penolakan untuk memberikan jaminan menyebab ia mencari suaka."
Tidak diatas hukum
Kuasa hukum Assange menambahkan kalau kliennya "tidak di atas hukum. Julian tidak pernah khawatir menghadapi pengadilan Inggris atau bahkan pengadilan Swedia. Kasus ini tentang kekhawatirannya dikirim untuk menghadapi ketidakadilan di Amerika."
AS menuntut Assange telah melakukan konspirasi dan menghadapi hukuman lima tahun penjara. Sebelumnya, ia bekerja dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, Chelsea Manning, untuk memecahkan kata sandi yang disimpan di komputer Departemen Pertahanan pada Maret 2010.
Dilemparkannya tuduhan konspirasi terhadap Assange tampaknya dilakukan agar tidak melanggar hukum kebebasan pers yang dijamin dalam Amandemen Pertama Konstitusi AS.
Tetapi Robinson bersikeras, "Dakwaan ini jelas melibatkan kegiatan pengumpulan berita dan jenis komunikasi yang dimiliki wartawan dengan sumber sepanjang waktu."
Quito juga menuduhnya gagal merawat kucingnya, meski berbagai laporan kemudian menunjukkan kucing Assange baik-baik saja. WikiLeaks mengatakan Assange telah meminta pengacaranya untuk "menyelamatkannya (kucing) dari ancaman kedutaan" pada bulan Oktober, menambahkan: "Mereka akan dipersatukan kembali dalam kebebasan."
Ayah Assange, John Shipton, pada hari Minggu mendesak Australia untuk memulangkan putranya. (eks/eks)