Melalui siaran media propaganda ISIS, Amaq News, pada Jumat (19/4), ISIS menyatakan telah membunuh 20 tentara Suriah dan melukai milisi pro pemerintah lainnya di wilayah al-Sukhna. Serangan dilakukan dengan taktik gerilya berupa penyergapan dan bentrokan.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/4), menurut laporan lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, serangan tersebut merupakan operasi militer terbesar ISIS sejak kalah di Baghouz. Aksi mereka yang terbaru termasuk beberapa serangan di berbagai wilayah di Suriah tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS disebut sudah kalah dalam mempertahankan wilayah terakhirnya di Baghouz, perbatasan Irak dan Suriah, melawan tentara Amerika Serikat pada Maret lalu. Namun, ternyata para militan ISIS masih bertahan di wilayah gurun terpencil.
[Gambas:Video CNN] (ani/ayp)