FOTO: Bom Guncang Paskah di Sri Lanka

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 15:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Paskah di Minggu (21/4) pagi tenang di Sri Lanka mendadak sirna. Bom meledak di tiga gereja padat jemaat dan membuat perayaan umat Kristiani penuh duka.

Hari Paskah di Minggu (21/4) pagi tenang di Sri Lanka mendadak sirna. Bom meledak di tiga gereja padat jemaat dan membuat perayaan umat Kristiani penuh duka. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Tercatat, ada tiga gereja yang diserang bom secara simultan. Selain itu, ada tiga hotel papan atas yang juga menjadi target. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Ketiga gereja tersebut adalah St Anthony di Kolombo, St Sebastian di Katuwapitiya, dan sebuah gereja di Batticaloa. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Sedangkan tiga hotel yang diserang adalah Shangri-La Kolombo, Kingsbury Hotel, dan Cinnamon Grand Kolombo. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Tiga gereja semuanya sedang penuh oleh jemaat yang merayakan puncak perayaan Paskah pada Minggu (21/4) pagi. Kondisi ini membuat korban berjatuhan dan terus bertambah. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Data terakhir pada 15.22 WIB, terdapat 156 jiwa melayang. Angka tersebut termasuk 35 warga asing dari Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Selain itu, ratusan orang luka-luka. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Direktur Rumah Sakit Nasional Kolombo Samindi Samrakoon mengatakan dia mengetahui setidaknya 20 tewas dan 280 orang dirawat di rumah sakit tersebut. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Pemerintah Sri Lanka pun langsung bertindak seiring dengan evakuasi korban dari seluruh lokasi kejadian. Pihak keamanan langsung mengerahkan petugas untuk sterilisasi lokasi. (Photo by ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengaku terkejut oleh ledakan tersebut. Sirisena juga meminta warganya agar tetap tenang dan tetap di rumah. (ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe disebut segera menjadwalkan pertemuan komite keamanan nasional di rumah dinasnya. Pertemuan akan diadakan pada sore hari ini. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)