"Jaringan media sosial utama dan aplikasi pengiriman pesan, Facebook dan Whats App, telah diblokir di dalam negeri untuk mencegah kesalahan informasi dan rumor," ujar Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene, seperti dilansir Reuters, Minggu (21/4).
Tak cuma media sosial, Pemerintah Sri Lanka juga memberlakukan jam malam. "Jam malam akan diberlakukan sampai semuanya menjadi tenang," imbuh dia kepada wartawan setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Indonesia Kecam Bom Paskah di Sri Lanka |
Sumber dari rumah sakit setempat mengatakan warga asing yang menjadi korban berkewarganegaraan, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda.
Sementara itu, ratusan orang lainnya menjadi korban luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. "Rapat darurat dalam beberapa menit. Operasi penyelamatan sedang berlangsung," jelas Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka Harsha de Silva melalui akun Twitter resminya.
[Gambas:Video CNN] (bir)