Korsel Akan Peringati Setahun Pertemuan Moon dan Kim Jong-un

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 03:34 WIB
Korsel Akan Peringati Setahun Pertemuan Moon dan Kim Jong-un Korsel menyatakan akan merayakan satu tahun pertemuan tinggi dengan Korea Utara pada 27 April mendatang meski negara pimpinan Kim Jong-un itu belum tentu hadir. (The Presidential Blue House /Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan menyatakan akan merayakan satu tahun pertemuan tinggi antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada 27 April mendatang meski Korea Utara belum tentu hadir.

"Saat kami memberi tahu Korut (soal acara tersebut), kami akan memberikan detail tambahan," kata Menteri Unifikasi Korsel, Lee Sang-min, kepada wartawan di Seoul, Senin (22/4).
Lee mengatakan peringatan satu tahun pertemuan pertama antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un itu akan digelar di Panmunjom. 

Panmunjom merupakan sebuah wilayah di zona demiliterisasi (DMZ) yang menjadi perbatasan kedua negara. 


Pada 27 April 2018 lalu, Moon dan Kim Jong-un bertemu untuk pertama kalinya di Panmunjom. Keduanya bahkan sempat bertukar tawa hingga berpelukan dalam momen bersejarah itu. Sejak itu, Moon dan Kim Jong-un telah tiga kali bertemu di Panmunjom. 

Dikutip AFP, selain memperbaiki relasi antara kedua Korea, tatap muka itu juga turut membuka peluang pertemuan bersejarah lainnya, yakni antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 12 Juni 2018.

[Gambas:Video CNN]

Sejak saat itu, Moon berperan sebagai jembatan antara Kim Jong-un dan Trump. Ia telah lama mendukung pendekatan dialog dengan Korut terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Setahun berlalu, negosiasi AS-Korut soal denuklirisasi masih mandek dan belum menemui kemajuan signifikan, terutama setelah pertemuan kedua Trump dan Kim Jong-un di Hanoi pada Maret lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Pertukaran dialog antara Seoul dan Pyongyang juga menurun secara signifikan. Dalam pidato di hadapan legislatifnya awal April lalu, Kim bahkan memperingatkan Korsel untuk tidak "berpura-pura sebagai mediator dan fasilitator" antara Korut dan AS. (rds/has)