Juru bicara pemerintahan Sri Lanka, Rajitha Senaratne, mengonfirmasi hal tersebut. Namun, hingga kini pemerintah masih menyelidiki kemungkinan hubungan NTJ dengan organisasi internasional.
"Kami tak yakin organisasi kecil di negara ini bisa melakukan semua itu," ujar Senaratne sebagaimana dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, kepolisian Sri Lanka sudah menahan 24 orang terkait serangan tersebut. Mereka tak mengungkap identitas para pria itu, tapi menekankan bahwa semua yang ditahan berasal dari satu kelompok.
Sebelumnya, Perdana Menteri Ranil Wickremsinghe memastikan bahwa pemerintah sudah mengetahui "informasi awal mengenai ledakan tersebut."
[Gambas:Video CNN]
Meski demikian, Wickremsinghe mengatakan bahwa pemerintah harus menelaah terlebih dulu cara terbaik untuk menggunakan informasi tersebut.
AFP melaporkan ada satu dokumen intelijen yang menunjukkan bahwa Kepala Kepolisian Sri Lanka, Pujuth Jayasundara, sebenarnya sudah mengirimkan peringatan kepada para pejabat tinggi sejak sepuluh hari lalu.
Peringatan itu mengindikasikan NTJ akan mengerahkan pengebom bunuh diri ke "gereja-gereja besar." (has)