Menurut juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, korban luka-luka akibat kejadian itu diperkirakan sekitar 500 orang, seperti dilansir Channel NewsAsia, Rabu (24/4). Mereka saat ini terus memburu jejaring pelaku, dan pemerintah menerapkan status darurat nasional dan memberikan kewenangan aparat membekuk terduga teroris tanpa izin pengadilan.
Akan tetapi, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Hotel Shangri-La dan Hotel The Cinnamon Grand, dua hotel, tiga gereja, dan sebuah rumah juga menjadi target serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu.
Berselang lima menit, bom lainnya menerjang Hotel The Cinnamon Grand. Sekitar pukul 09.05, ledakan keenam terjadi di Gereja Katolik Zion Roman di Batticaloa.
Bom ketujuh meledak di New Tropical Inn sekitar pukul 13.45 waktu lokal. Penginapan itu berdekatan dengan kebun binatang nasional Sri Lanka.
[Gambas:Video CNN]
Ledakan terakhir menerjang sebuah rumah di Dematagoda, Kolombo, saat razia polisi berlangsung. Tiga aparat keamanan dilaporkan tewas dalam ledakan itu. (ayp)