"Saya harap pembicaraan ini sukses dan berguna. Saya harap kami dapat mendiskusikan pertanyaan konkret mengenai negosiasi damai terkait Semenanjung Korea dan hubungan bilateral kami," ujar Kim sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (24/4).
Di sana, Kim akan bertemu dengan Putin pada Kamis (25/4) untuk membicarakan perundingan mengenai perlucutan senjata nuklir dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kini mandek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.
Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.
Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. (has)