Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/4), kabar itu disampaikan oleh Kepala Komite Intelijen Parlemen Korea Selatan, Lee Hye-hoon. Akan tetapi, Badan Intelijen dan Kementerian Penyatuan Korea menolak menanggapi kabar itu.
Kabar penunjukkan Jang dilaporkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA. Meski demikian, pemerintah Korsel menyatakan masih terlalu dini menarik kesimpulan soal karir politik Yong-chol dan pengaruhnya dalam perundingan nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Yong-chol disebut ditunjuk menjadi anggota Komisi Urusan Negara.
Diduga Yong-chol adalah orang yang berkeras supaya Jong-un tidak menuruti kemauan AS untuk melucuti seluruh persenjataan nuklir mereka jika ingin semua sanksi dicabut. Dia mendesak pelucutan bertahap dengan imbalan pembatalan sanksi-sanksi yang dianggap penting.
[Gambas:Video CNN]
Perundingan antara AS-Korut kedua di Hanoi, Vietnam berakhir tanpa hasil. Jong-un menyatakan dia mau kembali bernegosiasi dengan Presiden AS, Donald Trump, tetapi memberi tenggat hingga akhir tahun ini. Jika hal itu tidak terlaksana, kemungkinan besar Korut akan melanjutkan program persenjataan nuklir dan membuat situasi di Semenanjung Korea kembali tegang. (ayp)