Ledakan bom bunuh diri di suatu rumah persinggahan di dekat kota Kalmunai menewaskan tiga perempuan dan enam anak-anak, demikian keterangan polisi.
Selama satu jam, polisi yang didukung oleh pasukan keamanan saling balas tembakan dengan kelompok militan di dalam rumah. Tubuh korban tewas baru bisa dievakuasi pada Sabtu pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menunjukkan seragam dan bendera. Mereka juga menyita 150 batang dinamit dan 100 ribu bantalan dari rumah persembunyian.
Sri Lanka melakukan penyerbuan itu setelah mendapatkan bocoran bahwa para pelaku bom Paskah bersembunyi di suatu area di Kalmunai, 370 kilometer dari ibu kota Sri Lanka, Kolombo.
Sebelumnya, polisi juga mengatakan bahwa mereka menemukan bendera ISIS dan seragam yang mirip dengan yang digunakan oleh delapan militan dalam video yang tersebar sebelum serangan.
Sri Lanka telah meningkatkan operasi pencarian untuk ekstrimis Islam yang bertanggung jawab atas pemboman pada Minggu (21/4) lalu.
Kepolisian Sri Lanka tengah memburu 140 orang yang diyakini memiliki hubungan dengan kelompok militan ISIS dan terkait dengan serangan bom beruntun di Hari Paskah.
Salah satu dalang di balik rangkaian serangan bom bunuh diri tersebut, Zahran Hashim, dilaporkan tewas saat meledakkan bom di Hotel Shangri-La.
(vws)