Pilot Sebut Kecelakaan Pesawat Rusia karena Petir

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 18:05 WIB
Pilot Sebut Kecelakaan Pesawat Rusia karena Petir Pilot pesawat Rusia yang mengalami kecelakaan dan menewaskan 41 orang pada Minggu (5/5) mengatakan bahwa ia terpaksa melakukan pendaratan darurat karena petir. (City News
Jakarta, CNN Indonesia -- Denis Yevdokimov, pilot pesawat Rusia yang mengalami kecelakaan dan menewaskan 41 orang pada Minggu (5/5) mengatakan bahwa ia terpaksa melakukan pendaratan darurat karena petir.

Yevdokimov mengatakan bahwa ia terpaksa memindah mode ke kendali darurat "karena petir" saat penerbangan Aeroflot tersebut baru saja lepas landas dari Arctic menuju Murmansk.
"Kami berhasil menyambung kembali komunikasi melalui frekuensi darurat di sambungan radio kami. Namun, sambungan itu hanya bisa sebentar dan putus-putus. Hanya bisa menyampaikan beberapa kata," ujar Yevdokimov kepada surat kabar Komsomolskaya Pravda.

Saat melakukan pendaratan darurat di bandara Moskow, pesawat itu terlihat terbakar di landasan pacu.


Dalam sejumlah video yang viral, terlihat pesawat itu mendarat dengan tidak mulus, kemudian melaju kencang di landasan dengan api mengepul dari tangki bahan bakarnya.
Sejumlah penumpang terlihat melompat ke arah seluncur yang sudah dikembangkan di bagian depan pesawat.

Di dalam video lain yang diambil di kabin pesawat, terlihat api berkobar di luar jendela, sementara para penumpang berteriak panik.

Sejumlah penumpang juga mengaku melihat kilat menyambar beberapa saat sebelum pesawat Aeroflot itu putar balik.

"Saya melihat kilat putih," tutur seorang penumpang, Dmitry Khlebushkin, kepada kantor berita RIA.

[Gambas:Video CNN]

Seorang penumpang lainnya, Pyotr Egorov, juga melihat pesawat itu tersambar petir. Ia kemudian mengenang momen menegangkan kala pendaratan darurat.

"Pesawat menabrak daratan berulang kali seperti belalang dan meledak di landasan," katanya. (has)