"Kami mendapatkan laporan terjadi insiden pembelian suara-besar-besaran di mana-mana," ujar Kepala Kepolisian Filipina (PNP), Oscar Albayalde, sebagaimana dikutip Inquirer.
Albayalde mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan tersebut. Namun, laporan dari sejumlah daerah sudah terbukti salah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, setiap pemilu di Filipina memang selalu diwarnai insiden berdarah dengan korban tewas termasuk para kandidat pejabat.
Untuk memastikan keamanan selama pemilu, kepolisian pun menerjunkan 16.505 personel ke seluruh penjuru Filipina.
"Kami sudah memulai operasi dengan lancar. Semoga kami dapat menjalankan pemilu ini dengan lancar juga," tutur Albayalde.
Kebanyakan pemilih pun diprediksi masih akan mendukung kubu Duterte, yang kembali bersumpah akan menerapkan hukum lebih kuat di Filipina, termasuk penerapan kembali eksekusi mati.
Dalam pemilu kali ini, ada 18 ribu jabatan pemerintahan yang akan diperebutkan, termasuk setengah porsi kursi di majelis tinggi Senat.
Cengkeraman politik Duterte diperkirakan bakal makin kuat karena Dewan Perwakilan sudah dikuasai oleh sekutu politiknya.
[Gambas:Video CNN]
Namun, ia diprediksi akan kesulitan mengendalikan Senat yang kebanyakan anggotanya berpikiran lebih independen. Meski sulit, sejumlah lembaga survei independen memprediksi Duterte akan tetap menguasai Senat.
Jika kubu Duterte berhasil meraup mayoritas kursi di Senat, ia akan lebih leluasa menjalankan rencana besarnya untuk mengubah konstitusi.
Kubu oposisi curiga Duterte akan mengubah pasal mengenai masa jabatan pemimpin Filipina yang ditetapkan hanya satu periode. Jika aturan itu benar-benar diubah, Duterte dapat mengikuti pemilu lagi. (has)