"Peringatan kepada perempuan agar menghargai hijab lebih dari sebelumnya dan pria harus menghindari melihat langsung ke arah perempuan," ujar juru bicara Kementerian Kehakiman Iran, Gholan Hosein Esmaili.
Esmaili mengatakan bahwa selain itu, pemerintah juga akan mengadili orang yang kedapatan makan di tempat umum selama bulan Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pengamat menganggap sikap pemerintah Iran untuk memperketat semua aturan ini sebagai upaya meningkatkan kepatuhan warga.
Belakangan ini, publik menyoroti sikap Iran yang semakin keras terhadap Amerika Serikat. Mereka khawatir sikap pemerintah ini akan membuat perekonomian Iran merosot.
Melalui pidato di stasiun televisi nasional, Rouhani melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.
Perjanjian yang diteken pada 2015 lalu itu menyepakati bahwa negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.
Sebagai balasan, Iran harus menyetop segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
[Gambas:Video CNN]
Namun, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.
Iran sendiri kini tengah didera inflasi hingga 50 persen, membuat mata uang mereka nyaris anjlok.
Tak hanya masalah ekonomi, Iran juga dilanda berbagai bencana, termasuk banjir besar-besaran yang menghancurkan lahan di 26 provinsi. Bencana itu juga menyebabkan ancaman wabah penyakit bagi jutaan orang di wilayah pinggiran Iran.
Muak dengan keadaan kehidupan mereka, para warga Iran pun turun ke jalan dalam berbagai demonstrasi. (has)