Kantor berita Iran, ISNA, melaporkan bahwa bentrokan ini pecah ketika sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi karena polisi moral memasuki kawasan universitas untuk memastikan pemakaian hijab.
Para mahasiswa mengatakan bahwa mereka harus melalui pemeriksaan ketat sebelum memasuki universitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Sarsangi sebenarnya ingin membantah kabar bahwa pasukan keamanan memasuki kawasan universitas.
Namun, menurut Sarsangi, "dua kelompok mahasiswa yang berbeda pendapat sayangnya terlibat bentrok ketika kami mencoba menenangkan mereka."
"Mereka mulai meneriakkan slogan-slogan untuk melanggar aturan pakaian dan ketaatan berhijab. Slogan itu menunjukkan mereka sendiri melawan Islam," ujar kepala Organisasi Basij Universitas Teheran, Ali Tolouie.
[Gambas:Video CNN]
Aturan wajib hijab ini sebenarnya sudah diterapkan di Iran sejak Revolusi Islam pada 1979 silam. Perempuan di Iran diwajibkan berpakaian "sopan" dan menutupi kepala mereka dengan hijab.
Namun, setiap Ramadan datang, pemerintah memperketat penerapan aturan itu. Belakangan, para warga perempuan di Iran menentang pengetatan aturan itu dengan menggelar aksi di bawah bendera gerakan Gadis Jalan Revolusi. (has)