Berdasarkan pernyataan pers pemerintah Venezuela, puluhan ton bantuan itu diantarkan dengan pesawat Boeing 747 milik China yang sudah mendarat di Caracas pada Senin (13/5).
"Dengan pengiriman kedua ini serta yang kami terima dari Federasi Rusia juga Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah, sudah sekitar 166 ton persediaan obat-obatan tiba di Venezuela," ujar Menteri Kesehatan Venezuela, Carlos Alvarado.
Sebelumnya, China sudah mengirimkan 65 ton bantuan obat-obatan yang tiba di Venezuela pada 29 Maret lalu.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan hampir seperempat dari total 30 juta populasi Venezuela berada dalam keadaan genting dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Venezuela juga mengalami krisis politik sejak Januari lalu, setelah Juan Guaido selaku pemimpin oposisi mendeklarasikan diri sebagai presiden interim di tengah demonstrasi besar-besaran anti-Maduro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Maduro, AS yang menyebabkan krisis di negaranya. Akibat sanksi AS, Venezuela disebut mengalami kerugian sebesar US$30 miliar atau setara Rp433 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Namun bulan lalu, Maduro mengizinkan pengiriman bantuan dari Palang Merah dan meminta kedua pihak yang memperebutkan kekuasaan agar tidak mempolitisasi masalah ini.
Di tengah kisruh ini, Maduro masih mendapatkan dukungan dari para sekutu lamanya, termasuk China dan Rusia. (ajw/has)