"Tidak akan ada perang. Bangsa Iran memilih jalan menahan diri. Kami tidak ingin cari perang, dan mereka juga. Mereka tahu itu bukan kepentingan mereka," ujar Khamenei dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi negara, Selasa (14/5).
"Negosiasi seperti itu adalah racun," kata Khamenei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai balasan, Iran harus menyetop segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.
[Gambas:Video CNN]
Meski Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia tetap mempertahankan kesepakatan itu, Iran tetap geram karena sanksi AS berdampak besar pada perekonomian mereka.
Hingga akhirnya pada awal pekan ini, Presiden Hassan Rouhani memberikan ultimatum kepada para pihak penandatangan JCPOA.
Ia mengancam bakal melanjutkan kembali pengayaan uranium jika para pihak penandatangan JCPOA tidak membela Iran di tengah dera sanksi AS. (has)