Pernyataan itu disampaikan Trump dalam akun media sosial twitter @realDonalTrump.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela kunjungannya ke Jepang, Kim mengirim "sinyal" melalui komentar bahwa calon presiden AS, Joe Biden, sebagai sosok "dungu" dengan IQ rendah setelah mantan wapres di era Barack Obama itu dalam masa kampannye kerap mengkritik Kim Jong-un. Namun ucapan Kim yang diberitakan melalui media KCNA tersebut dianggap tidak menyinggung Trump.
"Korea Utara menembakkan beberapa "senjata kecil", yang mengganggu sebagian orang saya, tetapi bukan saya," tulis Trump di Twitter, yang diduga merujuk pada uji coba nuklir pada awal Mei, mengutip AFP, Minggu (26/5).
Diberitakan sebelumnya bahwa Trump berencana akan mengunjungi Korsel untuk bertemu Presiden Moon Jae-in pada Juni mendatang. Kunjungan Trump ke Korsel untuk "lobi-lobi" agar Korsel membujuk Korut mau melucuti senjata nuklirnya.
"Saya memiliki keyakinan bahwa Kim akan menepati janjinya kepada saya, dan juga tersenyum ketika ia menyebut Joe Bidan sebagai individu dengan IQ rendah. Mungkin itu mengirim saya sinyal?" cuit Trump.
Nuklir Korea Utara adalah salah satu isu utama dalam agenda karena Trump bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (mik)