Keputusan ini tercantum dalam surat pejabat Kementerian Kesehatan dan Layanan Publik AS (HHS), Mark Boss, kepada Kantor Penampungan Imigran (ORR) yang pertama kali terkuak dalam laporan Pusat Pelaporan Investigasi baru-baru ini.
Menurut pemerintahan AS, peningkatan gelombang imigran anak yang menerobos perbatasan tanpa pendamping menyebabkan badan-badan penampung kewalahan mengatur dana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesepakatan itu, AS harus memberikan akses rekreasi dan aktivitas pendidikan, seperti pelajaran bahasa Inggris dan olahraga, jika ingin menahan imigran anak.
"Jika pemerintah tetap tak memberikan akses pendidikan, rekreasi, dan ketentuan lainnya, mereka akan melanggar Kesepakatan Flores dan akan menanggung akibat hukum," ujar Direktur Imigrasi dari kantor Pusat Hukum Pemuda Nasional, Neha Desai.
Juru bicara HHS, Evelyn Stauffer, enggan menanggapi detail laporan ini. Ia hanya mengatakan bahwa HHS memang memerintahkan badan-badan di bawah naungannya untuk menghentikan layanan "yang tak berdampak langsung bagi perlindungan hidup dan keselamatan." (has)