"Saya paham jika mereka mau berbicara, dan jika mereka memang mau berbicara, boleh saja," ujar Trump sebagaimana dikutip AFP, Kamis (6/6).
Ketegangan hubungan antara Iran dan AS memang meningkat belakangan ini, terutama setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam bakal melanjutkan pengayaan uranium, salah satu poin penting dalam kesepakatan nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai timbal balik, Iran harus menyetop segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.
[Gambas:Video CNN]
Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus saling melontarkan ancaman dan beradu mulut. Trump bahkan mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pengebom ke Timur Tengah.
Namun kini, Trump mengaku terbuka untuk pembicaraan baru karena melihat Iran gagal sebagai negara.
"Saya tidak mau mereka gagal sebagai negara. Kami bisa mengubah itu dengan sangat cepat, tapi sanksi itu memang luar biasa," kata Trump. (has)