"Ada kesempatan. Ada kesempatan, semuanya bisa terjadi," ujar juru bicara pemerintahan Rusia, Dmitry Peskov, sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana dilansir Reuters, perjanjian yang disepakati pada 8 April 2010 ini memastikan kedua negara membatasi hulu ledak dan bom nuklir di angka 1.550.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Namun, Rusia mempertanyakan konversi AS terkait sejumlah kapal selam dan kapal pengebom yang dapat membawa senjata konvensional. Menurut mereka, tak ada yang dapat memasikan kapal itu bisa membawa senjata nuklir atau tidak.
Sementara itu, Trump menganggap kesepakatan ini adalah bentuk negosiasi yang buruk dari pemerintahan Barack Obama.
Kesepakatan ini hanya berlaku sepuluh tahun, tapi bisa diperpanjang hingga lima tahun. Kedua negara harus memutuskan akan memperpanjang atau tidak pada Februari lalu, tapi pihak AS tak kunjung memberikan kepastian. (has)