Panen Mangga Berlimpah Malah Bikin Pusing Petani Filipina

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 00:00 WIB
Panen Mangga Berlimpah Malah Bikin Pusing Petani Filipina Ilustrasi buah mangga. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petani mangga di Filipina saat ini sedang pusing tujuh keliling. Penyebabnya adalah hasil panen mereka justru berlimpah akibat dampak fenomena iklim El Niño, tetapi malah kesulitan menjualnya.

Seperti dilansir The Guardian, Senin (10/9), para petani mangga itu sedang berjuang mengatasi kelebihan pasokan buah mangga yang mencapai 2 juta kilogram.
Menurut penuturan Menteri Pertanian Filipina, Emmanuel Piñol, para petani mangga melaporkan adanya "peningkatan yang tak biasa" dalam panen kali ini.

Di Pulau Luzon, setidaknya terjadi kelebihan 2 juta kilogram mangga. Kelebihan pasokan ini mengakibatkan harga mangga turun dari 58 peso (Rp 15 ribu) menjadi 25 peso (Rp 6 ribu).


Para petani menghubungkan peristiwa ini sebagai dampak dari fenomena iklim El Niño yang menyebabkan cuaca tahun ini mengalami panas dan kering yang tidak biasa.

Petani di Luzon bahkan memberikan buah mangga secara cuma-cuma dengan menggantung tas-tas berisi mangga di luar gerbang lahan pertanian mereka.
Piñol mendesak untuk mengurus masalah ini sebelum pasokan buah mangga itu terbuang sia-sia dan harganya yang semakin menurun hingga merugikan para petani.

"Kita harus melakukan sesuatu terkait masalah ini dalam due pekan ke depan," tegas Piñol.

Alhasil, guna menjamin pasokan mangga tersebut tidak membusuk, Kementerian Pertanian meluncurkan sebuah kampanye pemasaran "Metro Mango" dengan tujuan memindahkan jutaan kilo buah mangga itu ke Metro Manila. Kampanye ini mengajak kios-kios di seluruh wilayah ibukota untuk menjual buah mangga selama Juni.

Harga mangga segar itu dibanderol seharga 25 peso (Rp 6 ribu) hingga 50 peso (Rp 13 ribu) per kilogram. Mereka yang membeli dalam jumlah besar juga akan mendapat potongan harga.

[Gambas:Video CNN]

Pihak kementerian juga telah mengeluarkan kelas memasak untuk mengajari para warga mengolah buah mangga. Mereka juga akan mengadakan festival mangga pada pertengahan Juni mendatang untuk membangkitkan minat masyarakat membeli mangga.

Peristiwa ini akhirnya menarik perhatian internasional, salah satunya pengimpor buah asal Jepang yang berjanji akan membeli 100 ribu kilogram mangga dari Filipina. Piñol juga berharap supaya impor mangga Filipina akan meningkat ke Hong Kong dan Dubai. (ajw/ayp)


ARTIKEL TERKAIT