Seperti dilansir AFP, Kamis (13/6), aparat Badan Penyelidikan India (NIA) menggerebek tujuh lokasi di Coimbatore. Namun, mereka tidak berhasil menangkap Azarudeen.
"Mereka turut menyebarkan ideologi ISIS di media sosial dan merekrut muda-mudi yang rentan, untuk melakukan serangan teror di selatan India, terutama Negara Bagian Kerana dan Tamil Nadu," demikian pernyataan NIA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengikut laman itu adalah Riyas A alias Riyas Aboobacker (29), yang ditangkap pada April lalu. Saat diinterogasi, Riyas mengaku hendak melakukan serangan teror di Kerala.
Zahran yang memimpin organisasi Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) disebut sebagai dalang dan pelaku teror bom itu. Dia dilaporkan meninggal dalam serangan bom bunuh diri.
Padahal, intelijen India dilaporkan sudah memberi tahu soal ancaman serangan teror kepada aparat Sri Lanka. Namun, diduga karena pertikaian politik antara Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mereka gagal mencegahnya.
[Gambas:Video CNN]
Diduga informasi itu sengaja disembunyikan sehingga kedua belah pihak kini saling menyalahkan. (ayp/ayp)