China Bantah Eksplorasi Gas Penyebab Gempa Bumi di Sichuan

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 04:41 WIB
China Bantah Eksplorasi Gas Penyebab Gempa Bumi di Sichuan Ilustrasi dampak gempa bumi di Sichuan, China. (Zeng Lang/Xinhua via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China membantah tuduhan bahwa eksplorasi gas dengan teknik fracking yang dilakukan pemerintah menjadi penyebab gempa bumi di Provinsi Sichuan pada Senin (17/6) lalu. Negeri Tirai Bambu mengatakan tidak ada indikasi apa pun antara gempa yang mengguncang sebelah barat daya provinsi Sichuan dengan aktivitas mengeksplorasi gas di wilayah tersebut.

Klarifikasi tersebut muncul di tengah maraknya spekulasi di forum daring yang menyebut teknik fracking sebagai penyebab terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6, yang menewaskan 13 orang serta melukai hampir 200 lainnya.
Seperti dilansir Reuters, (19/6), Provinsi Sichuan yang rawan gempa itu menjadi lokasi eksplorasi gas dengan teknik fracking yang cukup besar. Wilayah ini juga telah menyumbang hampir sepertiga dari produksi gas serpih di China.

Direktur Pusat Jaringan Gempa China, Wang Haitao, menyatakan tidak ada bukti cukup yang menunjukkan gempa tersebut diakibatkan oleh kegiatan eksplorasi gas serpih. Pernyataan tersebut turut didukung oleh dokumen dari Administrasi Gempa Bumi China.


Menurutnya, meskipun para ilmuwan Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan gempa di wilayah dengan eksplorasi minyak dan gas di dalamnya, tetap tidak ada bukti konkret yang menunjukkan hubungan tersebut.

Menurut lembaga Survei Geologi AS, teknik fracking hanya menyebabkan sejumlah kecil terjadinya gempa di wilayah AS. Sementara, sebagian besarnya diakibatkan oleh pembuangan limbah dari hasil produksi minyak.
Pada awal tahun ini, sekitar seribu penduduk Sichuan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung pemerintah di Rongxian. Mereka menyatakan bahwa kegiatan eksplorasi gas serpih adalah penyebab terjadinya dua gempa di wilayah tersebut.

Alhasil, pemerintah China memberhentikan teknik fracking dalam operasi eksplorasi gas serpih.

Penelitian oleh Seismological Society of America pada April lalu juga menyatakan teknik fracking berlebih yang dilakukan di situs gas serpih Sichuan sejak 2010 silam bertepatan dengan meningkatnya frekuensi gempa di sana.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, ahli geologi China juga menaruh perhatian khusus pada pengembangan sumber tenaga air berlebihan yang dianggap telah mengganggu kestabilan gelombang seismik di wilayah Sichuan. (ajw/ayp)