Sementara, Iran memperingatkan Paman Sam soal serangan yang hanya mengakibatkan terganggunya kepentingan Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, perang pernyataan antara kedua pihak memanas setelah jatuhnya pesawat nirawak AS. Insiden itu terjadi setelah serangkaian serangan terhadap tanker di jalur pelayaran Teluk Oman.
[Gambas:Twitter]
AS kemudian menyalahkan Iran. Namun, Iran membantah bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.
Iran juga membantah sedang membangun senjata nuklir dan mengatakan programnya adalah untuk tujuan sipil.
Pada 2015, Teheran menyepakati tawaran sejumlah negara untuk mengendalikan ambisi senjata nuklirnya. Sebagai imbalannya, Iran mendapat keringanan sanksi ekonomi.
Sebelumnya, seorang pejabat tinggi militer Iran memperingatkan Washington bahwa serangan apapun terhadap pihaknya akan dibalas lewat penyerangan terhadap berbagai kepentingan Amerika dan sekutunya.
"Menembakkan satu peluru ke Iran akan membakar kepentingan Amerika dan sekutu-sekutunya," cetus juru bicara angkatan bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi kepada kantor berita Tasnim.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Hukuman eksekusi dilakukan untuk Jalal Haji Zavar, seorang kontraktor untuk organisasi kedirgantaraan kementerian pertahanan yang menjadi mata-mata CIA dan pemerintah Amerika," tulis kantor berita ISNA, mengutip militer Iran.
Trump kemudian mengatakan dia tidak ingin berperang dengan Iran, tetapi jika itu terjadi, akan ada "kemusnahan seperti yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," dikutip dari wawancara dengan NBC, Jumat (21/6).
[Gambas:Video CNN] (arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen