"Ini bukan waktunya hanya berdiam diri. Rezim Netanyahu yang fanatik buta dan korup harus diganti," kata Barak dalam jumpa pers di Tel Aviv, seperti dilansir Reuters, Kamis (27/6).
"Bibi (julukan Netanyahu) waktunya sudah tiba, kesempatan terakhir untuk Anda mundur tanpa paksaan," kata Barak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, kehadiran kembali Barak ke panggung politik diperkirakan bakal menggerus peluang pesaing utama Netanyahu, Benny Gantz. Dalam pemilu belum lama ini, perolehan suara Partai Biru Putih yang dipimpin Gantz hanya beda tipis dengan Partai Likud.
Latar belakang Barak juga sama dengan Netanyahu, yakni mantan perwira angkatan bersenjata. Dia merupakan perdana menteri pada 1999 sampai 2001 dan pernah menjadi ketua Partai Buruh, yang merupakan oposisi Partai Likud.
Setelah itu Barak memutuskan mundur dari politik dan fokus berbisnis. Dia mendirikan perusahaan dalam bidang keamanan siber, mengembangkan teknologi penyelamatan dan gawat darurat, serta industri ganja medis.
Di samping berwirausaha, Barak kerap mengkritik Netanyahu melalui media sosial. Di masa lalu, Barak adalah komandan Netanyahu ketika sama-sama ditempatkan di unit pasukan khusus Israel, Sayeret Matkal.
Kegagalan Bibi-sapaan akrab Benjamin Netanyahu-membentuk pemerintahan salah satunya karena ketegangan antara mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman dan kelompok Yahudi yang ultra-ortodoks. Lieberman sendiri dikenal sebagai sayap kanan yang sekuler.
Bibi saat ini sedang terjerat sejumlah kasus dugaan korupsi.
Netanyahu sudah bolak-balik diperiksa kepolisian sejak skandal korupsi terungkap pada 2017 silam. (ayp/ayp)