Surat kabar Jepang, Daily Shincho, melaporkan kantornya menerima "informasi" bahwa Fujimoto ditahan sejak Rabu (26/6).
Meski begitu, koran tersebut belum mendapat informasi detail terkait alasan penahanan Fujimoto. Hingga kini, otoritas Jepang juga belum mengonfirmasi penahanan Fujimoto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu, ia keluar dari Korut. Namun, menurut NK News, Fujimoto kembali ke Pyongyang dan mendirikan restoran sendiri di Pyongyang.
Restoran bernama Takashi itu menjadi perhentian wajib bagi turis-turis asing yang tengah mengunjungi Korut.
Lihat juga:Korea Utara Diduga Tahan Siswa Australia |
Dalam bukunya, ia bercerita tentang pengalamannya selama menjadi koki bagi keluarga Kim Jong-Il, termasuk ketika ia ditugaskan sebagai teman bermain Kim Jong-un.
"Dia (Kim Jong-un) agak kesepian ketika dia masih kecil," kata Fujimoto kepada The Washington Post seperti dikutip The Independent.
"Saya menjadi semacam teman bermain baginya. Kami menjadi seperti teman."
[Gambas:Video CNN]
Buku itu kemudian membuat keluarga Kim marah. Setelah kematian Kim Jong-Il pada Desember 2011, otoritas Korea Utara dilaporkan berupaya menjangkau Fujimoto dan memperbaiki hubungan.
Pada Juli 2012, Kim Jong-un dan Fujimoto kembali bertemu untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu dekade. Sang koki kerap berpergian ke Korea Utara dari rumahnya di Jepang. (rds/has)