"(Serangan) itu berupa sebuah bom dan baku tembak," kata juru bicara militer Filipina, Kolonel Ramon Zagala, kepada AFP.
Sementara itu, juru bicara komando militer wilayah Jolo, Mayor Arvin Arcinas, menuturkan insiden itu tak hanya menewaskan tiga personelnya, tapi juga melukai sembilan anggota lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Filipina telah memperbarui misinya melawan kelompok militan di Jolo tahun ini menyusul serangan bom bunuh diri di Katedral Roman di wilayah itu pada Januari lalu. Insiden itu menewaskan 21 orang.
[Gambas:Video CNN]
Jolo dan sebagian wilayah di selatan Filipina memang dikenal rawan aktivitas kelompok militan. Wilayah itu menjadi markas sejumlah kelompok bersenjata termasuk Abu Sayyaf yang dikenal dengan penyanderaan dan bom bunuh dirinya.
Militer Filipina telah mengerahkan unit khusus di Jolo dan Indanan sejak empat pekan lalu, tak lama setelah warga Belanda sandera Abu Sayyaf tewas dalam baku tembak saat aparat berupaya menyelamatkannya. (rds/has)