"Isu kedua yang diangkat Presiden Jokowi adalah kerja sama antara Pertamina dengan Aramco," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran pers pada Sabtu (29/6).
Kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih di sela Pertemuan Menteri Energi G20 pada 16 Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bey mengatakan bahwa saat ini, Indonesia memiliki dua BUMN, yaitu Wijaya Karya dan Waskita Karya, yang berpengalaman dan memiliki kantor perwakilan di Arab Saudi.
"Saya sampaikan BUMN konstruksi Indonesia siap untuk mendukung pembangunan di sektor perumahan ataupun untuk konstruksi proyek-proyek NEOM," tutur Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, Jokowi dan MbS juga membahas rencana pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi gagasan Saudi.
Rencana ini juga sudah dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, di sela pertemuan OKI di Jeddah, 29 Mei lalu.
"Saya berharap pembentukan dewan tersebut dapat diresmikan bersamaan dengan kunjungan Yang Mulia ke Indonesia yang sempat tertunda," kata Jokowi. (has)